Tips Menghadapi Tes Psikotes dan Bentuk Soal Psikotes Beserta Cara Mengerjakannya

Tips Menghadapi Tes Psikotes dan Bentuk Soal Psikotes Beserta Cara Mengerjakannya
Tes Psikotes adalah salah satu tahap seleksi yang akan dilalui oleh para pencari kerja. Karena sekarang sudah banyak perusahaan yang mengadakan tes psikotes untuk mencari tenaga kerja yang handal. Tes psikotes berbeda dengan Tes Potensi Akadamik (TPA), karena tes ini lebih mengarah kepada penilaian kepribadian sesorang. Tidak sedikit orang kesulitan pada fase yang satu ini, sehingga banyak pencari kerja yang browsing atau membeli buku yang berhubungan dengan cara menghadapi tes psikotes. Tes psikotes terbilang mudah namun susah, karena tes ini menilai bagaimana karakter seseorang dan melihat kejujuran si pencari kerja.

Tes psikotes tidak melihat kecerdasan Kamu. Banyak orang yang terbilang cerdas dalam potensi akadamik namun gagal dalam psikotes. Ini membuat banya orang cerdas tidak dapat bekerja di perusahaan yang mereka inginkan karena kepribadiannya yang kurang sesuai dengan apa yang dicari perusahaan.

Melihat hal ini, Kerja Medan ingin membagikan 10 bentuk soal psikotes dan tips menghadapi tes psikotes itu sendiri. Semoga artikel ini dapat membantu Kamu para pencari kerja !

A. Tips Menghadapi Psikotes dalam Seleksi Kerja

1. Optimis dan Percaya Diri

Hal pertama yang harus menjadi perhatian dalam menghadapi tes psikotes adalah dengan rasa percaya diri dan selalu optimis. Saat Kamu telah siap baik secara mental dan persiapan matang akan membuatmu merasa percaya diri dan otomatis rasa percaya diri Kamu akan memberikan pengaruh positif ke dalam pikiranmu.
Saat Kamu percaya diri tentu akan meningkatkan rasa optimis Kamu sehingga lebih memudahkan Kamu dalam menghadapi berbagai macam bentuk soal psikotes. Namun sebaliknya, jika Kamu merasa pesimis akan membuat Kamu gagal dalam mengerjakan berbagai soal psikotes.

2. Berlatih Mengerjakan Soal-Soal Tes Psikotes

Perbanyak melatih diri dengan mengerjakan berbagai soal-soal psikotes. Karena pada dasarnya tes psikotes mempunyai bentuk soal yang sama, namun yang membedakannya adalah cara penyelesaiannya. Kamu dapat mempelajari soal-soal tes psikotes dengan browsing di internet dan membeli buku-buku yang membahas dan mempelajari cara mengerjakan soal psikotes. Dengan berlatih sebelum menghadapi tes psikotes akan sangat membantu Kamu ketika dihadapkan di hari Kamu ujian psikotes.

3. Dengarkan Instruksi yang Diberikan

Biasanya pengawas akan memberikan instruksi tentang bagaimana cara dan peraturan dalam mengerjakan soal tes psikotes yang diberikan. Dengarlah baik-baik agar Kamu tidak bingung saat mengerjakan soal tes psikotes. Biasanya akan ada sedikit contoh yang diberikan sebelum mengerjakan soal.

4. Fokus dan Teliti

Dalam mengerjakan soal psikotes akan banyak sekali soal yang dapat membuat Kamu bingung. Jika Kamu tidak fokus dan tidak teliti dalam mencerna bentuk soal yang diberikan, itu bisa berdampak buruk bagi Kamu dalam mencari pekerjaan yang Kamu inginkan.  Mungkin Kamu orang yang cerdas, tetapi jika Kamu tidak berhati-hati dan tidak teliti dalam tes psikotes, kecerdasan Kamu tidak akan berpengaruh terhadap hasil yang akan Kamu dapatkan. Biasanya akan diberikan batas waktu untuk pengerjaan kelompok soal. Jangan terburu-buru tetapi tetap tenang dan usahakan untuk menjawab seluruh soal yang diberikan.

5. Berdoa

Hal yang pertama serta terakhir yang harus Kamu lakukan adalah berdoa. Karena siapapun kita hanyalah manusia yang memiliki kekurangan. Kita hanya dapat berusaha, namun Tuhan lah yang memutuskan dan menentukan jalan kita. Berdoa aka memudahkan dan melancarkan segala rencana ke depan Kamu.
Benar yang pepatah katakan Pengalaman adalah Guru Terbaik. Belajar lah dari pengalaman-pengalaman Kamu sebelumnya saat mengikuti tes psikotes. Karena yang telah dijelaskan di atas bahwa soal tes psikotes mempunyai bentuk yang hampir sama. Maka itu belajarlah dari kesalahan-kesalahan Kamu sebelumnya, karena kegagalan Kamu sebelumnya merupakan peluang bagi Kamu untuk memperbaiki diri.
Setelah kita membahas bagaimana tips menghadapi interview kerja, sampailah kita pada pembahasan yang kedua yaitu bentuk soal-soal psikotes dan bagaimana cara mengerjakannya.

B. 10 Bentuk Soal Psikotes dan Cara Mengerjakannya

1. Logika Artimatika

Tes aritmatika terdiri dari beberapa deret angka yang bisa saja bentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase, dan pecahan angka. Yang dinilai dari tes logika aritmatika adalah bagaimana Kamu dapat menganalisa pola-pola (dalam hal ini berbentuk angka) untuk kemudian memprediksikan angka yang tepat yang tidak terisi dalam soal berdasarkan dari pola tersebut.
Tips :
  • Kamu jangan terpaku pada tiga sampai empat deret angka saja, terkadang Kamu harus lihat keseluruhan deret, karena soal bisa saja memiliki pola yang berurutan, pengelempokan berurutan, atau pengelompokan loncat.
  • Ingatlah waktu terus berjalan. Jangan terpaku pada satu soal yang tidak bisa Kamu kerjakan karena Kamu bisa kehabisan waktu dan banyak soal lain tertinggal. Cobalah untuk mengerjakan soal yang dapat Kamu kerjakan terlebih dahulu.
  • Berlatih mengerjakan soal-soal deret angka. Kamu dapat mempelajarinya dari pelajaran yang pernah diajarkan sebelumnya atau membeli buku-buku yang membahas tentang cara mengerjakan deret angka.

 2. Logika Penalaran

Hampir sama denga tes logika aritmatika, namun tes ini merupakan deret gambar baik 2 dimensi (2D) maupun 3 dimensi (3D). Yang dinilai dari tes logika penalaran adalah bagaimana Kamu dapat menganalisa dan memahami pola (dalam hal ini berbentuk gambar) lalu kemudian memprediksikan gambar yang tepat yang tidak terisi dalam soal berdasarkan pola tersebut.
Tips :
  • Disini Kamu harus teliti dan konsentrasi, karena bentuk gambar yang ada hampir sama namun berbeda. Tetaplah menjaga fokus Kamu dan jangan lupa terhadap waktu yang ditentukan.

3. Tes Kraeplien atau Tes Pauli 

Tes kraeplien terdiri dari angka-angka yang tersusun vertikal (atas-bawah) dalam bentuk baris-baris. Tes ini juga sering disebut tes koran. Dalam tes ini, Kamu diminta untuk menjumlahkan 2 angka yang saling berdekatan dalam waktu yang sudah ditentukan dan Kamu menuliskan hasil penjumlahan disamping dua angka penjumlahan tersebut.
Tes ini untuk melihat ketahanan Kamu terhadap tekanan di dalam pekerjaan, konsistensi, ketelitian, dan kecepatan Kamu dalam bekerja.
Tips :
  • Gunakan pensil atau pulpen biasa. Jangan gunakan pensil mekanis atau pensil isi ulang. Karena ketika ujung pensil mekanis Kamu habis, akan menghabiskan waktu untuk mengganti dengan yang baru.
  • Kendalikan dirimu di awal pengerjaan soal. Karena tidak akan baik hasilnya jika di awal mengerjakan soal Kamu sangat tergesah-gesah namun di pertengahan hingga akhir tes Kamu kewalahan karena kelelahan.
  • Segera pindah ke soal berikutnya ketika diintruksikan. Jangan terpaku pada soal, cobalah untuk tetap rileks.
  • Hal yang menjadi perhatian dalam tes pauli adalah konsentrasi dan konsistensi Kamu dalam mengerjakan seluruh soal. Tes ini akan cukup melelahkan, usahakanlah sarapan sebelum tes dan tidur yang cukup.

4. Tes Analogi Verbal

Tes ini merupakan hubungan antar makna, sinonim, antonim, dan pemahaman mengenai narasi tertentu. Tes analogi verbal merupakan tes yang melihat sejauh mana kemampuan logika Kamu terhadap suatu kondisi dan melihat bagaimana Kamu mengetahui sebab akibat di dalam pekerjaan Kamu.
Tips :
  • Seringlah melatih diri mengerjakan soal-soal sinonim dan antonim kata, kolerasi kata serta pemahaman terhadap suatu narasi atau soal cerita. 
  • Lompati soal yang tidak Kamu ketahui agar tidak tertinggal oleh waktu yang sudah ditentukan.

5. Tes Wartegg

Wartegg test terdiri dari beberapa kotak dan terdapat beberapa bentukan-bentukan seperti garis sejajar, titik, lingkaran, garis kurva, dua garis yang saling memotong, serta garis yang melengkung.
Kamu akan disuruh untuk melanjutkan gambar berdasarkan bentuk-bentuk yang sudah tersedia, dan menulis urutan gambar mana yang terlebih dahulu Kamu kerjakan, dan tulis nomor atau urutan gambar yang Kamu sukai dan tidak Kamu sukai, dan jangan lupa menuliskan keterangan gambar yang Kamu buat. Yang menjadi penilaian dalam wartegg test adalah kreativitas, intelektual, imajinatis, dan emosi.
Tips :
  • Apa yang Kamu gambar menunjukkan tingkat kreativitas, kepribadian, dan kemampuan IQ mu. Jadi, gambarlah suatu gambar yang bukan seperti biasanya digambarkan oleh orang lain agar Kamu tidak dinilai hanya bisa ikut-ikutan saja.
  • Dari sekarang berlatihlah untuk menggambar dan mengerjakan test wartegg agar saat Kamu dihadapkan dengan test ini Kamu sudah memiliki ide.

6. Army Alpha Intelegence Test

Tes ini terdiri dari 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk soal, dimana soal yang satu denga soal yang lain memiliki keterkaitan. Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat bagaimana daya tangkap Kamu dalam menerima dan melaksanakan instruksi yang diberikan.
Tips :
  • Konsentrasilah dengan apa yang diinstruksikan oleh narator, narator tidak akan mengulang apa yang sudah diinstruksikan. Ingat, waktu yang diberikan terbatas.
  •  Sabarlah untuk mengerjakan soal. Jangan terburu-buru mengerjakan sebelum ada instruksi dari narator.

7. Draw A Man Test (Menggambar Orang)

Dalam tes Draw A Man Test (DAM) Kamu harus menggambar orang dan kemudian memberikan deskripsi lengkap tentang usia, jenis kelamin, aktivitas, usia, dan pekerjaan orang tersebut. Tujuan tes ini adalah untuk melihat tanggungjawab, ketahanan kerja, kestabilan, dan kepercayaan diri .
Tips :

  • Gambarlah orang secara utuh, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jangan lupa membuat detail wajah seperti hidung, telinga, mata, dan sebagainya.
  • Jangan lupa menggambar orang tersebut sedang melakukan aktivitasnya sesuai pekerjaannya, misalnya polisi lalu lintas memegang peluit, anak sekolah membawa buku. 

8. Menggambar Pohon / BAUM Test

Dalam tes ini Kamu harus menggambar pohon secara utuh dengan kriteria yaitu harus pohon yang dicotyl atau pohon berkambium, berbuah, serta bercabang. Kamu tidak boleh menggambar pohon bambu, pohon pisang, pohon beringin, semak belukar, dan pohon jenis monokotil lainnya.
Tips :

  • Usahakan gambarlah pohon dengan detail mulai dari akar, buah, tangkai pohon, daun, batang pohon, kerapatan daun, dan alur pohon.
  • Latihlah dirimu menggambar pohon yang berkambium agar saat Kamu dihadapkan dengan test in Kamu tidak nge-blank.

9. Menggambar Rumah, Pohon, dan Orang

Kamu disuruh untuk menggambar rumah, pohon, dan orang dalam satu karya objek gambar, lalu cantumkan aktivitas apa yang sedang terjadi pada gambar Kamu. Tes ini bertujuan untuk melihat bagaimana cara Kamu menerapkan keserasian dalam hubungan dengan orang lain dalam lingkunganmu.
Tips :
  • Gambarlah suatu keadaan dan aktivitas yang dinamis dan usahakan untuk menggambar ketiga komponen dalam satu alur keadaan yang sama atau selaras.

10. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

EPPS test terdiri dari pilihan jawaban paling mendekati dengan kepribadianmu, apa yang Kamu jawab menunjukakan kepribadianmu sendiri. Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat seberapa besar motif, motivasi, kejujuran, dan kebutuhan sesorang.
Tips :

  • Pilihlah jawaban dengan jujur dan yang mendekati dengan kepribadianmu. Soal akan berulang-ulang jadi, saat jawaban Kamu tidak sinkron kejujuran Kamu akan diragukan. 
  •  Perbaikilah dirimu dalam segala hal, bentuk dirimu menjadi seorang profesional, jujur, disiplin, bertanggungjawab, tepat janji dalam setiap tingkah laku dalam keseharianmu. Tentu ini akan memudahkan Kamu saat dihadapkan pada tes EPPS dan Kamu akan menjawabnya dengan mudah sesuai kepribadianmu.

Ingat, pengalaman adalah guru yang terbaik. Ketika kegagalan demi kegagalan Kamu lalui, jadikan itu pembelajaran, bahan evaluasi diri untuk memperbaiki diri ketika Kamu menghadapi tes psikotes lagi Kamu sudah siap dan matang menghadapinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Kamu seorang pencari kerja, ya !